Makki dan Madani

KATA PENGANTAR

Segala puji atas rahmat dan hidayah allah swt, sehingga dapat menyelesai kan tugas makalah ini dengan baik, dan tak lupa sholawat serta salam kepada nabi besar muhammad saw, karena berkat beliau kita semua dapat mecari ilmu, dan mengamalkannya.

Ucapan terimakasih atas selesainya makalah ini. Terutama kepada dosen pembimbing, dan teman-teman penyusun makalah ini. Sehingga dapat terselesaikan dengan sedemikian rupa.

Besar harap kami atas keberhasilan makalah ini, agar bisa menjadi panduan membawa mamfaat terhadap pembaca, terutama bagi kami sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar isi

Kata pengantar ……………………………………………………………………………………  1

Daftar isi …………………………………………………………………………………………….  2

Bab I ………………………………………………………………………………………………….  3

Pendahuluan ……………………………………………………………………………………….  3

Latar belakang …………………………………………………………………………………….  3

Rumusan masalah ………………………………………………………………………………..  3

Tujuan ………………………………………………………………………………………………..  3

Bab II  ……………………………………………………………………………………………….  4

Pengertian ilmu makki dan madani ………………………………………………………..  4

Ciri-ciri makki dan madani ……………………………………………………………………  5

Urgensi makki dan madani ……………………………………………………………………  7

Kesimpulan …………………………………………………………………………………………  8

Daftar pustaka …………………………………………………………………………………….  9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.     Latar belakang

Para ulama dan ahli tafsir terdahulu memberikan perhatian yang besar terhadap penyelidikan surah dan ayat-ayat al-qur’an. Yang sesuai dengan nuzulnya, dengan memperhatikan tempat dan tujuannya.

Perhatian ilmu al-qur’an menjadi bagian peting para sahabat dibanding dengan ilmu lainnya,termasuk di dalamnya membahas tentang nuzulnya suatu ayat, tempat nuzulnya urutan turunnya di makkah atau di madinah, tentang yang turun di makkah tapi termasuk golongan madani atau sebaliknya.

  1. B.     Rumusan masalah
    1. pengertian ilmu makki dan madani
    2. ciri-ciri makki dan madani
    3. urgensi makki dan madani
  2. C.     Tujuan
    1. Mengetahui pengerian ilmu makki dan madani.
    2. Mengetahui ciri-ciri makki dan madani.
    3. Mengetahui urgensi makki dan madani.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

MAKKI DAN MADANI

  1.              I.      PENGERTIAN ILMU MAKKI DAN MADANI

Ilmu makki dan madani ialah ilmu yang membahas tentang surah-surah dan ayat-ayat yang mana yang diturukan di mekah (makki) dan ayat-ayat naba yang di turunkan di madinah (madani).

Di kalangan para ulama terdapat beberapa pendapat tentang dasar dan kreteria yang dipakai untuk menentukan makki dan madani, yang dibagi menjadi 4 macam bagian antara lain.

  1. Teori geografis

Teori geografis adalah teori yang berorientasi pada tempat turunnya surah dan ayat-ayat al-qur’an.

Kelebihan dari teori georafis ini ialah menjelaskan suatu surah atau ayat yang di turunkan di makkah, meski surah atau ayat tersebut turun sesudah nabi hijjrah ke madinah, hal ini berbeda dengan teori-teori lain yang mengatankan surah dan ayat-ayat yang diturunkan kepada nabi hijjrah ke madinah dikatakan madani meski turunnya di makkah. Sedangkan kelemahan atau kekurang dari teori geografis ini ialah tidak dapat di jadikan patok, batas, dan definisi. Sebab belum bisa mencakup seruh surah, ayat-ayat al-qur’an sebab masih ada surah atau ayat yang di turunkan di luar kota tersebut.

  1. Teori subjektif
    teori subjektif adalah teori yang berorientasi pada subjek saja, apa bila surah atau ayat tersebut subjeknya orang-orang makkah maka surah atau ayat tersebut di namakan makki dan sebaliknya apa bila surah atau ayat tersebut subjeknya orang-orang madinah maka di sebut madani. Menurut teori ini yang di namakan makki dan madani ialah seruan atau panggilan terhadap masyarakat/orang-orang yang ada di tempat tersebut.

Kelebihan teori ini ialah mudah di mengerti. Sebab hanya mengacu kepada satu objek saja. Sedangkan kelemahannya banyak perumusannya.

  1. Teori historis

Teori historis adalah teori yang berorientasi pada sejarah waktu surah atau ayat-ayat diturunkan. Yang dijadikan sejarah pada teori ini ialah hijjrah nabi dari mekah ke madinah.

Pengetian makki pada teori ini, ialah ayat-ayat al-qur’an yang diturunkan sebelum nabi hijjrah ke madinah, meski turunnya di luar kota mekkah seperti mina, arafah, hudaibiya. Sedangkan madani ialah ayat-ayat yang diturunkan setelah nabi hijjrah meski turun di sekitar makkah, seperti badar, uhud, dan makkah.

Kelebihan teori ini, dinilai para ulama sebagai teori benar, baik dan selamat. Sebab rumusan teori ini mencakub seluruh ayat-ayat al-qur’an, sehinga dapat dijadikan suatu batasan atau definisi. Kelemahanya terdapat pada kejanggala kejanggalan. Sebab beberapa ayat al-qur’an yang nyata-nyata turun di makkah, tapi hanya karena turunnya itu setelah hijjrah lalu tetap dianggap madani.

 

 

 

  1. Teori content analysi

Teori content analysi adalah teori yang mendasarkan kriterianya dalam membedakan makki dan madani kepada isi dari pada ayat/surah yang bersangkutan. Yang dinamakan makki menurut teori ini ialah ayat/surah yang berisi cerita nabi/rosul terdahulu. Sedangkan yang di namakan madani adalah ayat/surah yang berisi tentang hukum hudud, faid, dan sebagainya

Kelebihan Teori content analysi ini ialah, keretereanya jelas sehingga mudah dipahami sebab mudah dilihat dilihat. Kelemahannya menurut teori ini tidak praktis, sebab orang harus mempelajari isi kandungan ayat lebih dahulu, baru mengetahu kritereanya.

  1.           II.      CIRI-CIRI MAKKI DAN MADANI

Ciri-ciri khas surah makki dan madani ada dua macam, ialah ciri-ciri qat’i dan aglabi.

  1. A.     Ciri-ciri khas surah makki yang bersifat qat’i.

1)      Setiap surah yang terdapat ayat sajdah di dalamnya adalah surah makki. Sebagian ulama mengatakan bahwa ayat sajdah ada 16 ayat.

2)      Setiap surah terdapat di dalamnya lafad “kalla” adalah makki. Al-ummani dalam kitabnya al-musyir fi          al-waqfi ‘inda Tilawah al-qur’an. Menerangkan bagian separuh al-qur’an yang terakhir itu sebagian besar turun di makkah, dan sasarannya pada umumnya golongan-golongan yang keras kepala arau yang apriori meentang ajaran isalm, maka lafad “kalla” dipakai untuk memberi peringatan yang tegas dan keras kepada mereka………

3)      Setiap surah yang terdapat di dalamnya “ ya ayyuhaal-nas” dan tidak ada “ ya ayyuha al-lazina amanu “ adalah makki kecuali surah al-hajj. Surah hajj ini sekalipun pada ayat 77 terdapat ya ayyha al-lazina amanu tetapi surah ini tetap dipandang makki.

4)      Setiap surah yang terdapat kisah-kisah para nabi dan umat-umat terdahulu adalah makki kecuali surah al-baqarah.

  1. Ciri-ciri khas surah makki yang bersifat aglabi

1)      Ayat-ayat dan surah pendek-pendek (ijaz) nada perkataannya keras dan agak bersajak .

2)      Mengan dung seruan untuk beriman kepada allah dan hari kiamat dan menggambarkan keberadaan surga dan neraka

3)      Mengajak manusia untuk berakhlak mulia dan berjalan di atas jalan yang benar

4)      Membatah orang-orang musrik dan menerangkan kesalahan-kesalahan kepercayaannya dan perbuatan

5)      Terdapat bayak lafad sumpah

  1. C.     Ciri-ciri khas surah madani yang bersifat qat’i.

1)      Setiap yang mengandung izin berjihad atau menyebut hal perang dan menjelaskan hukum-hukumnya

2)      Setiap surah yang memuat penjelasan secara terperinci tentang hukum pidana, hukum faraid/warisan, hak-hak perdata,peraturan-peraturan yang berhungan denga perdata/civil kemasyarakatan dan kewarganegaraan.

3)      Setiap surah menyinggung hal ikhwal orang-orang munafiq adalah madani, kecuali surah al-ankabut yang dirunkan di makkah. Hanya 11 ayat yang pertama dari al-ankabut ini adalah madani dan ayat-ayat tersebut menjelaskan perihal orang munafiq

4)      Setiap surah yang membantah kepercayaan/pendirian /tata cara keagamaan ahlul kitab (kristen dan yahudi) yang dipandang salah dan mengajak berlebih-lebihan dalam menjalankan agamanya, adalah madani. Seperti surah al-baqarah, ali imran, al-nisa’, al-maidah dan al-taubah.

  1. Ciri-ciri khas surah makki yang bersifat aglabi

1)      Sebagian surah-surahnya panjang-panjang, sebagian ayat-ayat pun panjang (itnab) dan gaya bahasa cukup jelas dalam menerangkan hukum-hukum agama.

2)      Menerangkan secara terperinci bukti-bukti dan dalil-dalil yang menunjukkan hakikat-hakikat keagamaan

  1.        III.      URGENSI MAKKI DAN MADANI

Urgensi makki dan madani adalah bayak diantaranya adalah sebagai berikut.

Dapat digunakan untuk membedakan dan mengetahui ayat yang mana yang mansukh dan yang nasikh. Yakni apabila terdapat dua ayat atau lebih mengenai suatu masalah sedang hukumnya terdapat pada ayat-ayat itu bertentangan, kemudian dapat diketahui bahwa ayat yang satu makki, sedang ayat yang lainnya madani. Maka sudah tentu ayat yang makki itulah yang dinasakh oleh ayat yang madani, karena ayat yang madani adalah yang akhir turun.

Dengan ilmu ini pula, dapat diketahui sejarah hukum islam dan perkembangannya yang bijaksana secara umum dan dengan demikian dapat meningkatkan keyakinan terhadap ketinggian kebijaksanaan islam di dalam mendidik manusia. Baik secara perorangan maupun masyarakat.

Ilmu ini dapat pula meningkatkan keyakinan kita terhadap kebesaran, kesucian. Dan kebesaran al-qur’an, karena melihat besarnya pengertian umat islam sejak turunnya terhadap hal-hal yang berhubunga dengan al-qur’an sapai hal-hal yang detail, sehingga mengetahui ayat-ayat yang mana yang turun sebelum hijjrah dan sesudahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan

Pengetahuan tentang ayat-ayat mekkah dan madinah merupakan bagian yang penting dalam ulum Qur’an. Hal ini merupakan kepentingan kesejarahan melainkan juga untuk memahami.

Pengertian makki dan madani oleh para ulama menafsirkan dengan teori-teori berdasarkan tempat turunnya suatu ayat , seruan, tujuannya.

Adapun kegunaannya mempelajari ilmu ini antara lain agar bias membedakan ayat-ayat yang terkandung dalam surah tersebut, agar mengetahui sejarah hokum-hukum isalam serta mendorong keyakinan yang kuat, agar dapat mengetahui keadaan lingkungan, situasi, dan kondisi masyarakat pada waktu turunnya ayat-ayat al-qur’an.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

Teungku Muhammad hasbi ash-shiddieqy, ilmu al-qur’an dan tafsir,semarang: pustaka rizki putra, 2000

Ali Muhammad as-shobuni, at-tiban fi’ulumil qur’an,Jakarta:                    dara – islamiyah, 2003

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s